Kamis, 10 Oktober 2013

RAGAM BAHASA



         


              Ragam bahasa terdiri dari ragam bahasa tulis, lisan, baku, dan tidak baku. Ragam bahasa tulis adalah variasi bahasa yang digunakan melalui media tulisan, yang tidak terikat ruang dan waktu. Ragam bahasa lisan adalah variasi bahasa yang digunakan melalui ucapan atau secara lisan. Ragam bahasa baku atau standar adalah salah satu diantara beberapa dialek suatu bahasa yang dipilih dan sudah ditetapkan sebagai bahasa resmi yang digunakan dalam semua keperluan resmi. Di Indonesia, sehubungan dengan penggunaan bahasa Indonesia, ragam bahasa baku sendiri merupakan hasil pembakuan resmi yang norma dan kaidahnya dinyatakan secara tertulis dalam bentuk pedoman, misalnya: (1) Pedoman Pembentukan Istilah, (2) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, (3) Kamus Besar Bahasa Indonesia, (4) Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, dan (5) Glosarium (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan lain-lain), sedangkan ragam bahasa tidak baku adalah suatu variasi bahasa tetap hidup dan berkembang sesuai dengan fungsinya yaitu dalam pemakaian bahasa tidak resmi. Di indonesia, ragam bahasa tidak baku adalah salah satu ragam bahasa Indonesia yang tidak dikodifikasi, tidak diterima, dan tidak difungsikan sebagai model masyarakat Indonesia secara luas, tetapi dipakai oleh masyarakat secara khusus. Contoh penggunaan ragam bahasa tidak baku di Indonesia adalah seperti pada bahasa-bahasa anak muda jaman sekarang atau mereka menyebutnya dengan bahasa gaul. Bahasa juga sangat penting untuk diperhatikan dalam penggunaanya di bidang ilmu pengetahuan. Contohnya pada karya tulis ilmiah, bahasa disini fungsinya adalah untuk menyampaikan informasi dari tulisan ilmiah tersebut. Informasi yang disampaikan tentu dengan bahasa yang jelas, benar, efektif, tidak samar-samar dan tidak ada yang bersifat ambigu atau rancu. Oleh karena itu, hal-hal tersebut harus lebih diperhatikan lagi dalam penulisannya dan ragam bahasa yang digunakan dalam karya tulis ilmiah adalah ragam bahasa baku atau standar. Selain pada karya tulis ilmiah, pada wacana ilmiah juga menggunakan ragam bahasa ilmiah yang baku. Tidak sembarangan bahasa yang digunakan pada wacana ilmiah. Orang-orang yang biasanya berkomunikasi dengan bahasa ilmiah adalah orang-orang seperti ilmuwan, yang sangat menguasai bahasa ragam ilmiah secara baik dan benar.

Rabu, 02 Oktober 2013

PERANAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA

PERANAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA

            Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting. Sesuai dengan Ikrar ketiga Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, yang berbunyi : “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia”, yang berarti bahwa kedudukan bahasa Indonesia diangkat sebagai bahasa nasional. Kedudukannya berada diatas bahasa-bahasa daerah. Selain itu, sesuai dengan bunyi dari Undang-Undang Dasar 1945 yang tercantum pasal khusus yaitu BAB XV Pasal 36, yang berarti bahwa kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahwa bahasa negara adalah bahasa Indonesia. Jadi, ada dua macam kedudukan bahasa Indonesia disini, yaitu bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional sesuai dengan Ikrar Sumpah Pemuda dan bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Peranan bahasa dalam penulisan ilmiah, bahasa sering diartikan sebagai suatu tulisan yang dapat mengungkapkan buah pikiran sebagai hasil dari pengamatan, tinjaun, penelitian dalam bidang ilmu tertentu, menurut metodenya tertentu, dan dengan sistematika penulisannya tertentu, serta isi, fakta, kebenarannya dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan semua. Dalam penulisan ilmiah ini pun bahasa merupakan hal yang sangat penting karena dapat berinteraksi dengan orang lain yang membaca yang mana dapat dimengerti tulisannya dan tidak ada tulisan yang bersifat rancu. Oleh karena itu, harus dipertimbangkan lebih baik lagi hal-hal seperti hal penggunaan ejaan, penulisan kata, penggunaan partikel, pemakaian ragam bahasa, penulisan singkatan dan akronim, penulisan angka dan lambang bilangan, pemakaian tanda baca, serta pemakaian awalan, imbuhan, dan akhiran.
            Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat komunikasi sosial. Manusia sebagai makhluk sosial pasti membutuhkan orang lain dalam kehidupannya, dengan menggunakan bahasa maka manusia dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya, serta dapat menyampaikan gagasan, ide, pikiran, harapan, dan keinginan lewat bahasa juga. Fungsi lain dari bahasa adalah bahasa juga merupakan suatu tanda yang jelas dari kepribadian manusia. Maksudnya, dengan bahasa kita dapat mengetahui bagaimana kepribadian orang lain, seperti dapat memahami karakter, keinginan, motif, latar belakang pendidikan, kehidupan social, pergaulan dan adat istiadatnya. Tanpa bahasa, kehidupan manusia akan terasa hampa dan tidak berarti. Di Indonesia, terdapat banyak sekali daerah dengan berbagai ragam bahasa daerah yang dimilikinya. Seperti contohnya, pada daerah Kalimantan, yang rata-rata menggunakan bahasa Melayu, lalu daerah bandung dengan mayoritas masyarakatnya menggunakan bahasa sunda, dan sebagainya. Melalui berbagai ragam bahasa yang ada di Indonesia inilah masyarakatnya dapat berhubungan dan berkomunikasi dengan yang lainnya pada setiap daerah, dengan begitu bukan berarti Indonesia tidak memiliki bahasa yang tetap. Bahasa indonesia tetap dijadikan prioritas bahasa yang digunakan di Indonesia ini, yang mana bahasa Indonesia ini berfungsi sebagai bahasa nasional. 

















Selasa, 28 Mei 2013

SEMINAR EDUCATIONAL TALK SHOW

SERTIFIKAT


©MISTIN HERAWATI - Powered ByBlogger Thanks to Blogger Templates | punta cana dominican republic